Posts from the ‘Puisi Baru’ Category

” Bayang Dirinya “

Setiap pagi datang menyapaku disini
Aku selalu bermimpi bisa melihatmu
Kembali hadir di keseharianku seperti dulu
Namun apalah daya ini tak dapat aku
Mewujudkannya menjadi nyata
Kini jarak dan waktu telah memisahkan
Aku dan dirimu yang berada di sana
Terkadang aku tertawa saat mengingat
Kisah kita saat masih bersama dulu
Saat kau masih dapat ku lihat
Tak sedetik pun aku mengalihkan
Pandangan mataku akan dirimu
Sampai kau pergi meninggalkanku
Berulang dan terus berulang setiap hari
Kau yang ku sukai
Masih ingatkah kau padaku ??
Kemana pun aku melangkahkan kaki
Dimana pun aku berada saat ini
Aku merasa kau menemaniku pergi
Dan selalu berada di sampingku
Walau ku sadari itu hanya bayangan
Setidaknya aku merasa kau ada disini
(dekat denganku)
Dihatiku selalu….

Penulis

-Ika’-

Iklan

” Yang ada di fikiranku “

Yang ku butuhkan saat ini adalah
Sebuah kepastian akan perasaan
Yang dapat menyakinkan hatiku
Bahwa kau memang menyukaiku
Hanya aku, yang ada di hatimu
Mendengar ungkapan yang ingin
Langsung ku dengar darimu
Jika kau memang menyukaiku
Aku ingin hidupku lebih bermakna
Tanpa memikirkan apa yang ku pertanyakan
Selama ini dalam hatiku
Akan perasaan mu saat ini terhadap diriku
Walau pun aku tahu kau bukan untukku
Dari awal pertemuanku denganmu
Belum ada seorang pun di keseharianku
Dan juga hatiku
Yang dapat menggantikanmu dihatiku
Mencuri perhatianku dengan keharmonisanmu
Dapatkah kau mendengarkanku
Yang berada di sini
Jauh terpisahkan antara jarak dan waktu
Saat ini denganmu yang berada di sana
Akan curahan isi hati yang tak dapat
Aku ungkapkan secara langsung

Penulis

-Ika’-

” Suasana Hatiku “

Haruskah aku mengungkapkannya
Atau menunjukkan perasaanku
Jika aku menyukai dirimu
Belum cukupkah kamu mengerti
Akan isyarat yang sudah ku berikan
Selama ini untukmu yang ku cinta
Rasanya lelah merasakan rasa ini
Sendirian tanpa kamu tahu itu
Bukan berarti aku menyesal
Telah mengenalmu sampai detik ini
Terkadang aku cemburu padamu
Saat aku tahu yang sebenarnya
Bahwa kamu memiliki kekasih hati
Ingin rasanya aku berteriak dan marah
Meluapkan semua emosi yang terpendam
Yang tak dapat aku keluarkan
Hatiku menangis menahan rasa sakit
Setiap kali aku melihatmu di dekatku
Namun aku sadar buat apa marah
Sedangkan aku bukan siapa – siapa
Melainkan hanya seorang teman biasa
Yang tak begitu sepesial di hatimu
Yah.., hanya seorang teman biasa

Penulis

-Ika’-

” Memori “

Jarum jam terus berputar tiada henti
Sampai dengan saatnya dia lelah
Tuk terus berputar
Waktu terasa semakin cepat berlalu
Meninggalkan semua cerita lalu
Tentang dirinya disini
Yang pernah hadir dalam kehidupanku
Kini semua terekam dalam ingatan
Menyisakan kepingan – kepingan memori
Yang hanya bisa diputar berkali – kali
Saat hati dan ingatan menginginkannya
Untuk dapat di putar kembali
Mengenang apa yang telah terjadi

Penulis

-Ika’-

” Bukan Untuk Ku “

Waktu seakan berhenti berputar
Saat aku tahu yang sebenarnya
Bahwa kau tak lagi sendiri
Dalam diam hatiku menangis
Lelah untukku merasakan rasa ini
Senyum pun terasa berat
Untuk ku lakukan
Kini aku hanya mampu
Memandang nyata dirinya
Dari balik tubuhnya
Saat dia pergi dari pandangan mataku
Tak ku temukan kembali
Arti dari tatapannya yang dulu

Penulis

-Ika’-

” Tiada Tergantikan “

Kau datang padaku
Memberi sejuta kisah cinta
Yang tak termiliki
Antara kau dan aku
Yang kini hanya akan menjadi
Kenangan terindah dalam hidupku
Yang tak dapat tergantikan
Oleh apapun juga
Hadirmu sangat berarti untukku
Memberi warna dan kekuatan
Di setiap ku langkahkan kakiku pergi
Kini kau pergi dari hari – hariku
Meninggalkan kisah tak berujung
Terima kasihku untukmu
Kau telah hadir dalam hidupku
Yang begitu singkat
Berikan aku kekuatan
Untuk terakhir kalinya
Tetaplah tersenyum untukku

Penulis

– Ika’ –

” Sepi “

Sendiri ku disini
Bertemankan sepi
Menatap langit malam
Berhiaskan ribuan bintang
Yang bersinar terang
Seakan mereka merayuku
Tuk tersenyum dikesendirianku
Ku sadari kini tiada lagi dirimu
Menemani hari – hariku kembali
Sepi… Sepi… dan Sepi…
Yang kini kurasakan
Hanya sekilas bayangan
Semu dirimu kini
Menemaniku melangkah pergi

– Penulis ” Ika ” –