Posts from the ‘Mr. Sun Flower (Someone in My Heart)’ Category

” Saengil Chukhaderimnida, Mr. Cake’ “

Annyonghaseyo..
Bayu’ San. Otanjobi Omedeto Gozaimasu.

Tertanggal 18 Agustus 2012 tahun ini, tepat jatuh pada hari sabtu. Pada hari ini kamu merayakan hari Ulang Tahun mu yang Ke-25 tahun. Di hari ini untuk yang Pertama kalinya aku mengucapkan ” Selamat Ulang Tahun “, untukmu.

Doaku untuk mu : ” Semoga panjang umur, Tambah dewasa, Selalu dalam lindungan Allah S.W.T, Selalu diberikan kemudahan dalam segala urusannya dan apa yang kamu cita – citakan atau harapkan dapat terkabulkan “. Amin..
Sekali lagi aku mengucapkan “Saengil Chukhaderimnida, Bayu’ San”. Congratulations to you, Mr. Cake.. ^_^

” Saranghe “

Bertemu denganmu adalah sesuatu hal yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Berawal dari sebuah kesempatan yang tidak pernah aku duga akan mendapatkannya (kesempatan itu). Yang pada akhirnya Allah S.W.T mengijinkan dan mempertemukan aku dengan dirimu. Tempat dimana kita bertemu saat pertama kalinya, Kota Bekasi. Sebuah kesempatan dimana aku dapat mengenalmu lebih dekat.

Saat pertama kalinya melihat dirimu. Ada sesuatu yang menarik diriku untuk dapat mengenalmu lebih dekat lagi. Berawal dari sebuah harapan dalam diriku, dapat menjadikan dirimu sebagai “seorang teman” dan kini telah menjadi sebuah kenyataan di dalam sepanjang perjalanan hidupku. Kini, aku dapat mengenalmu lebih dekat sebagai “teman baik”. Mengenal satu sama lain, berbagi cerita, canda, tawa dan juga …

Waktu berselang, setelah kita berpisah hari itu. Aku disini dan kau berada jauh disana..

Dan sampai pada akhirnya, aku merasakan adanya sesuatu yang terjadi di dalam diriku, hatiku. Aku merasa, mulai menyukai dirimu. Aku berharap apa yang aku rasakan adalah salah. Dan ternyata dalam kenyataannya, hatiku tidak dapat berbohong. Bahwa memang benar, aku mulai menyukaimu. Entahlah, kenapa perasaan ini datang dalam hatiku untuk dirimu yang kini berada di dalam hati dan juga ingatanku (fikiranku). Jarak yang memisahkan kita berdua, kamu dan aku, membuatku merasakan rindu dan harapan demi harapan selalu hadir menyapa dalam hati dan juga fikiranku. “Kapan kita dapat bertemu kembali”, tanya ku dalam hati. Aku sisipkan sebuah doa dalam setiap sujudku, “ Semoga Allah S.W.T memberikan ijin-NYA kembali agar aku dapat bertemu dengan dirimu kembali, suatu hari nanti. Dan dapat menyatukan hatimu dan hatiku dengan ijin-NYA ”.

Ada satu hal yang harus kamu tahu, bahwa aku mulai mencintaimu. Tidak perduli apakah aku akan mengatakannya atau tidak. Inilah yang aku rasakan dalam hatiku untuk dirimu. Hanya mampu mencintaimu dalam kesederhanaan dan dari kejauhan. Inilah caraku mencintaimu..

Maafkan atas apa yang aku rasakan dalam hatiku untuk mu. Yang aku tahu, perasaan ini hadir dalam hatiku untuk mu karena kehendak-NYA. Dan karena ijin dari-NYA lah, aku dapat mencintaimu. Aku tidak dapat berbuat apa – apa dengan apa yang aku rasakan sampai dengan saat ini. Hanya mampu merasakan setiap rasa yang hadir dalam hatiku untuk dirimu. Dan mengapa harus dirimu, aku pun tidak tahu. “ Saranghe ”, Aku Cinta Padamu..

Dedicate To : ” Mr. Cake “.

” Love In Silence “

Terkadang, cinta tidak dapat di ungkapkan dengan kata – kata.

Tidak bisa melihatnya dan hanya mampu merasakan setiap rasa yang hadir dalam hati.

Dan terkadang cinta juga tidak harus saling memiliki.

Dari sinilah kita belajar mengenal arti sebuah keikhlasan.

Menerima kenyataan bahwa dia terlahir bukan untuk kita miliki melainkan hanya untuk kita kenal.

” Kau datang seperti angin. Tak terlihat namun begitu terasa. Lembut menyapa diriku. Yang terdiam tanpa kata “.


Jakarta, 19 Juni 2012.

By  BI’

” KAMU ??! “

Ini adalah pertemuan ke-2 (dua) ku dengan dirinya, Mr. Sun Flower.

Aku mendapatkan sebuah kesempatan kembali, setelah pertemuan pertamaku dengannya di Kota Bekasi. Aku mendapatkan atau diberi tugas oleh Atasanku (Bos kami) ke luar daerah, bersama rekan kerjaku, tepatnya ke Kota Medan, Sumatera Utara. Tapa aku sadari, senyum pun terukir jelas di wajahku. Meluapkan rasa senang atau bahagia yang aku rasakan saat itu..
Saat mendengar aku ditugaskan ke Kota Medan. Rasanya senang sekali, aku bisa bertemu dengannya kembali, di tempat yang berbeda. Aku selalu berharap di sepanjang perjalanan ke-2 (dua) kali ini, “Semoga pertemuan kali ini membuahkan hasil atau hubungan yang baik, bukan hanya untuk diriku saja, tapi untuk dirinya juga”.. : )

Malam sebelum keberangkatan ku :

Aku mempersiapkan segala sesuatu yang akan aku butuhkan disana. Aku sempat gugup atau gelisah karena ini adalah keberangkatan pertama ku dengan menaiki pesat terbang. Dan waktu keberangkatannya pagi hari. Aku takut terlambat sampai ke Bandara Soekarno – Hatta. Akhirnya aku pun mengirim sms kepada rekan kerjaku, malam harinya. Kami janjian untuk berangkat bareng dengan Taksi, di suatu tempat. Dan rekan kerja ku pun mengiyakan.

Pagi harinya :

Kami bertemu di daerah pancoran. Rekan kerjaku pun sudah menaiki Taksi, lalu aku pun naik ke mobil Taksi tersebut dan berangkat..
Alhamdullilah, kami sampai di tempat tujuan dengan selamat dan tidak terlambat. Lebih baik menunggu lama di Bandara dari pada kami harus ketinggalan pesat. Kalau sampai ketinggalan pesawat, bagiku ini sangat disayangkan. Sesampainya di dalam, kami langsung naik ke dalam pesawat. Sebelumnya, kami sempat – sempatkan waktu yang ada untuk berfoto. Hihihihi.. : D
Kami berdua langsung masuk dan menaiki tangga pesawat dan mencari tempat duduk kami masing – masing. Aku gugup.., hheheh.. : D aku berusaha untuk tenang dan berhasil. Sepanjang perjalanan aku selalu berdoa dan aku pasrahkan semuanya pada-NYA. Dan pesawat pun terbang..

Ini adalah perjalanan pertamaku dengan menaiki pesawat terbang, ke luar daerah. Rasanya seperti mimpi dan aku sangat bersyukur sekali. Aku bisa merasakan rasanya naik pesawat terbang, hheheheheh.. : D
HARI PERTAMA KU DI KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA..
Sesampainya di Kota Medan. Aku dan rekan kerjaku, di jemput oleh orang Balai di Kota Medan tersebut. Dan kami pun naik mobil, menuju tempat yang kami tuju sekarang. Sepanjang perjalan ke sana, aku gugup sekali dan aku berusaha menenangkan hatiku. Ternyata lumayan jauh juga ya..

Kami melewati perumahan para nelayan disana. Ternyata biarpun jendela mobil telah di tutup dengan rapat, bau amis yang kami rasakan sangat dan benar – benar terasa. Sampai rekan kerjaku menciumi baju yang dia pakai sendiri, takutnya bau itu menempel di bajunya. Dan akhirnya dia pun menyemprotkan minyak wanginya ke bajunya. Hihihiihih.. : D lucunya.., ehmmm..

Sesampainya di Kantor Balai , aku dan rekan kerjaku bersalaman dengan orang- orang yang berada di sana. Dan kami akhirnya menuju tempat pelatihan di tempat lain, karena Bapak Kepala Balai sedang tidak ada di tempat. Hatiku semakin tidak karuan sepanjang perjalanan menuju kesana. Ternyata aku tidak menemukan dia (Mr. Sun Flower) di Kantor Balai. Dan rupanya dia ada di tempat pelatihan, aku jelas mendengarnya langsung dari orang yang bekerja di Balai tersebut. Setelah temanku bertanya padanya, tentang seseorang yang sedang aku fikirkan tersebut (Mr. Sun Flower). Sebetulnya temanku ini sudah tahu bahwa aku menyukai dia (Mr. Sun Flower). Makannya dia bertanya, dimana seseorang yang sedang aku fikirkan itu berada sekarang.

Tak berapa lama, akhirnya kami sampai di tempat pelatihan. Kami pun turun dari dalam mobil. Aku sempat berfikir “apa benar dia sedang berada di dalam ruangan ini ??” (ruangan yang akan aku masuki). Ya sudahlah, akhirnya aku pun masuk dan sempat menenangkan hatiku dulu (menarik nafas) sebisa ku, saat itu. Aku mendorong pelan pintu ruangan itu, dan…..

Aku terkejut, benar – benar terkejut !!. Aku menemukan seseorang telah berdiri tepat di depan ku atau hadapanku saat itu (saat aku telah membuka pintu tersebut). Seseorang yang pernah aku temui sebelumnya di Kota Bekasi. Dia !! (Mr. Sun Flower), seseorang yang aku sukai. Dia pun terkejut dengan kedataganku disana. Dan dia mengatakan padaku, “ Kamu ??! ”. Aku berusaha untuk menenangkan hati dan berfikiranku dengan tenang. Aku pun bisa, dan aku sempat bingung kata apa yang harus aku katakan padanya saat dia mulai terkejut seperti itu, aku bingung. Akhirnya aku pun tersenyum (memberikan senyuman padanya) dan mengatakan padanya, “ Hai mas, apa kabar ?? ”. Sambil menjabat tangannya. Dia pun tersenyum dan menjawab pertanyaanku, “ Alhamdulillah baik, kamu ?? ”. Aku pun menjawab “ Alhamdulillah baik ”, sambil tersenyum. Aku pun bersalam dengan yang lainnya. Aku melihat orang – orang yang sedang melakukan pelatihan di dalam ruangan tersebut dan cukup rame (menyenangkan).

Aku pun duduk di bangku. Dia (Mr. Sun Flower) mendekatiku. Dia duduk di samping kiriku agak kedepan. Dia bertanya padaku “Disini, sampai kapan ??”(berapa hari ??). Aku menatapnya dan menjawab pertanyaannya “ Selama 3 (tiga) hari ”. Dia pun menganggukkan kepala. Jujurku katakan dalam hatiku ini, aku senang bisa bertemu dengan dirinya kembali di sini, bisa dekat dengannya dan melihatnya dari dekat. Aku seperti sedang bermimpi saat itu. “ Terima Kasih ya Allah, KAU telah mempertemukan hamba dengan dirinya kembali di tempat yang telah KAU ijinkan, hamba bisa bertemu dengannya lagi disini, di Kota Medan. Tempat dimana dia bekerja, saat ini.
“ Aku tinggal bentar ya ? ”. Aku menjawab “ iya ”, sambil tersenyum. Dia pun melanjutkan pekerjaan atau tugasnya kembali sebagai instruktur. Tak berapa lama, Bapak Kepala Balai pun datang, aku dan rekan kerjaku bersalaman atau berjabat tangan dengan Beliau. Kami di sambut dengan hangat disana. Dan tak berapa lama, Beliau harus pergi kembali karena ada urusan pekerjaan yang lain dan berpamitan dengan kami. Setelah meluangkan waktu bersama kami, untuk mengobrol.

Aku mencuri kesempatan untuk melihatnya kembali dari tempat aku duduk. Dia sedang memainkan kamera yang ada di tangannya, memotret setiap kegiatan yang sedang di lakukan oleh para peserta pelatihan disana. Aku hanya bisa tersenyum dan merasakan rasa bahagia yang aku rasakan dalam hatiku.. : )

HARI KEDUA KU DI KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA..

Hari ini adalah hari kedua ku berada di Kota Medan, Sumatera Utara. Aku melanjutkan tugasku bersama rekan kerjaku. Kami menaiki mobil bersama Bapak Kepala Balai menuju Kantor Balai. Sesampainya disana, aku belum melihat dia (Mr. Sun Flower) berada di sana (kantor). Aku dan rekan kerjaku pun masuk ke dalam ruangan Bapak Kepala Balai. Kami mengobrol..
Tak berapa lama kami mengobrol. Akhirnya aku dan rekan kerjaku beranjak dari tempat kami duduk untuk melanjutkan perjalanan kami selanjutnya ke tempat pelatihan kemarin. Dan Bapak Kepala Balai tidak bisa ikut karena ada pekerjaan yang harus di selesaikan. Saat aku keluar ruangan dan mengenakan tas renselku, aku melihat dia (Mr. Sun Flower) mengenakan tas renselnya dan sepertinya akan bersiap – siap pergi dan entah akan pergi kemana. Saat aku melihatnya, dia pun melihatku sebentar dan kembali memalingkan wajahnya. Aku sempat membaca tatapannya, dia merasa malu.. : )
Kami pun menaiki mobil kembali, menuju tempat pelatihan. Dan berpamitan dengan Bapak Kepala Balai. Sepanjang perjalanan, aku berharap dia (Mr. Sun Flower) akan pergi ke tempat yang akan aku tuju juga saat itu. Sesampainya di tempat pelatihan, aku dan rekan kerjaku duduk di teras luar. Mengobrol dengan para peserta pelatihan dan mendengarkan jawaban mereka. Tak berapa lama aku menunggu dan berharap dia akan datang ke sini. Aku melihat ada seorang pria memgendarai sepeda motornya dengan seorang wanita di belakangnya (berboncengan), memasuki halaman tempat pelatihan. Aku berharap itu dia. Dan ternyata apa yang aku fikirkan benar. Pria yang mengendarai sepeda motor itu adalah dia (Mr. Sun Flower). Aku melihat senyum di wajahnya dan entah di tujukan pada siapa senyuman itu, dia sempat mengarah ke tempat aku dan rekan kerja (pria) ku duduk. Dia masuk ke dalam ruangan. Aku senang, ternyata aku masih bisa untuk melihatnya di hari kedua ku berada di Kota Medan. Lalu di susul oleh kami berdua, masuk ke dalam ruangan pelatihan.
Aku pun duduk di sofa bersama rekan kerjaku. Aku mengambil buku yang berada di dalam tasku dan menulis untuk aku mencatat. Selama pelatihan di mulai, aku duduk di sofa tersebut dan aku mencuri kesempatan untuk bisa melihatnya kembali. Dia duduk di depan ku, di seberangku sedang menjalankan tugasnya sebagai Asrot. Aku senang sekali bisa melihatnya.. : ) setelah sekian lama aku berpisah dengannya, saat di Kota Bekasi kami bertemu dan berkenalan. Dan waktu kembali mempertemukan aku dengannya di Kota Medan.

Setelat pelatihan selesai. Dia (Mr. Sun Flower) mulai mendekati kami. Dia melihat rekan kerjaku dan aku melihat ada senyum malu yang terukir di wajahnya saat itu. Entahlah, aku merasa dia ingin menyapa kami tapi tidak tahu harus berbuat apa. Tiba – tiba, dia duduk di sofa yang sama dengan yang kami duduki, dia berada di samping kananku dibatasi oleh tempat sandaran untuk tangan di sofa itu. Dimana diatasnya ada buku catatanku. Dan dengan pelan aku ambil dan tarik buku catatanku, sebelumnya aku melihatnya. Dia tidak menatapku dan aku melihat dia mulai tersenyum saat teman atau rekan kerja wanitanya yang berada di ruangan berebut mendekatinya dan duduk di sampingnya untuk bisa berfoto dengannya. Aku hanya bisa terkejut dan seketika aku pun mulai tersenyum lucu melihat kejadian saat itu.

Tiba – tiba mereka semua berdiri ke depan untuk berfoto bersama. Dan mengajak kami untuk berfoto bersama juga dengan mereka. Mereka tersenyum dan tertawa kepada kamu, dan merayu kami untuk ikut berfoto. Awalnya aku malu, tapi ya sudahlah aku pun berdiri dan ikut berfoto karena tidak enak jika aku tidak ikut.. : ) Aku berdiri di ujung kiri dia (Mr. Sun Flower). Tiba – tiba, dia mempersilahkan aku untuk berada di sebelah kanannya. Sekarang posisiku berada dekat dengan dirinya. Dia berada di sebelah kiriku. Aku senang sekali bisa dekat dengan dirinya. Rekan kerja wanitanya sempat meminta dia untuk pindah di bagian pria, di ujung sebelah kanan. Tapi entah mengapa dia tetap di posisinya dan tidak berpindah. Aku hanya bisa tersenyum kecil.. : ) Aku senang..
Setelah selesai berfoto dan aku kembali duduk. Tiba – tiba mereka masih ingin berfoto – foto kembali. Ampun deh.., hheheheh.. : D Aku sempat di ajak kembali dan aku tidak mau. Tak berapa lama aku tak melihatnya lagi di ruangan. Dia kemana ya ?? Mungkinkah, dia kembali ke Kantor Balai ?? (tanyaku dalam hati). Ya sudahlah, “ Semoga besok aku beruntung, bisa melihatnya lagi. Karena besok aku pulang atau kembali ke Kota Jakarta”. Amin..
Kami pun kembali ke tempat penginapan dimana kami menginap. Sesampainya di penginapan, aku duduk di teras depan bersama rekan kerjaku. Fikiranku melayang dan mengarah ke depan jalan raya dan menatap langit seketika. Dan aku mengatakan dalam hatiku dengan penuh harapan, “ Semoga aku masih bisa melihat mu lagi besok. Karena aku akan kembali ke Jakarta dan entah sampai kapan aku bisa bertemu dan melihatmu kembali. Entah disini (Kota Medan kembali) atau mungkin di Kota Jakarta. Semoga kita masih bisa bertemu ”. Amin..

HARI KETIGA AKU DI KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA..

Hari ini aku bersama rekan kerjaku bersiap – siap untuk kembali ke Kantor Balai. Untuk berpamitan dengan teman – teman di Balai dan juga dia (Mr. Sun Flower).. : )
Mobil pun menjemput kami berdua. Kami berangkat menuju Kantor Balai. Sesampainya disana aku dan rekan kerjaku turun dan masuk ke Ruangan Bapak Kepala Balai, untuk berpamitan. Kami sempat berbincang – bincang sebentar sebelum akhirnya kami menuju tempat pengolahan yang ada di Kantor Balai. Aku berharap dia ada disana.. : ) menarik nafas dan masuk ke dalam ruangan.
Dan aku melihat sekeliling ku (mencari dengan pandanganku), dimana dia ??. Tiba – tiba saat aku mendekati sebuah ruangan yang ada di dalam ruang pengolahan. Aku melihatnya berdiri di sana sedang mengetik di laptopnya. Dan tersenyum saat rekan kerjaku menyapa. Aku tidak bisa berbuat apa – apa saat itu hanya bisa tersenyum. Dia pun keluar dan mengobrol dengan rekan kerjaku.

Rekan kerjaku bertanya padanya “ kenal gak nih sama temenku ini ?? ”. Dia pun menjawab “Emm.., enggak tuh mas. Siapa ya ?? ” (sambil pura – pura berfikir tidak kenal). Sebenarnya aku tahu, dia kenal aku, tapi pura – pura tidak kenal. Rasanya saat dia mengatakan kata – kata itu, aku gemas sekali ingin mencubitnya. Tapi aku tidak bisa melakukannya, aku hanya bisa tersenyum terkejut saat mendengarnya.. : D Dasar yaaah … (oh.., begitu yaaaah.., hhee..)
Kemudian rekan kerjaku menjelaskannya “ Ini Ika. Yang pernah ke Bekasi itu lho ”. Lagi – lagi di pura – pua gak tahu. Menyebalkan.., huuuuuuhh.. : (

Rekan kerjaku pun mengatakan “ Pada punya FB kan. Nah, kenalan deh di situ biar lebih akrab ”, sambil tersenyum dan tertawa. Saat aku mendengar rekan kerjaku mengatakan itu, aku benar – benar terkejut dan begitu juga dengan dia. Tak banyak lagi waktu yang kami miliki di sana, akhirnya kami berpamitan untuk pulang dengan yang lain. Dan aku berpamitan dengan dia (Mr. Sun Flower).
Aku memberikan tanganku untuk berjabatan dengannya sambil mengatakan “ Mas, pamit dulu ya ”, sambil tersenyum padanya. Saat itu, tanganku benar – benar lemas sekali saat akan berpamitan dengan dirinya. Tiba – tiba entah mengapa, aku merasa saat dia menerima jabatan tanganku dan saat aku akan melepasnya (lemas), aku merasa dia menahan tanganku saat aku akan melepas genggaman tanganku dari tangannya. Aku sedikit terkejut saat itu. Dan akhirnya aku pun tersenyum padanya dan menggenggam erat kembali tangannya dan kami sama – sama tersenyum dan tertawa kecil. Sampai pada akhirnya aku pun pergi meninggalkannya. Jujur, aku tidak sanggup pergi saat itu juga. Tapi aku harus melakukannya, aku memutuskan untuk tidak menoleh ke belakang. Dan terus berjalan ke depan..

Aku bersama rekan kerjaku pun kembali ke ruangan Bapak Kepala Balai, untuk berpamitan. Kami saling berjabat tangan dan mengobrol sebentar. Dan kami naik mobil yang berada di halaman Kantor Balai. Mobil pun melaju pelan, aku duduk di belakang rekan kerjaku. Tiba – tiba mobil terhenti seketika. Aku melihat ada seorang pria berdiri dan mendekati kaca mobil yang berada di depanku. Itu dia (Mr. Sun Flower) seketika aku terkejut saat melihatnya, membawa 2 (dua) bungkusan, 1 untuk rekan kerjaku dan 1 lagi untukku.

Aku melihatnya tersenyum dari balik (dalam kaca mobil) kaca mobil. Dia tersenyum pada rekan kerjaku. Rasanya aku ingin sekali turun dan membuka kaca jendela mobil saat itu. Tapi aku tidak bisa melakukannya, untuk mengatakan “Terima Kasih”, padanya. Aku benar – benar tida bisa melakukannya.. : (

Senyumnya begitu manis, saat aku melihatnya tersenyum. Dan mobil melaju pergi, aku melihatnya dari dalam mobil. Rasanya sakit sekali saat aku tidak bisa mengatakan apa pun padanya dan saat mobil melaju pergi meninggalkannya di sana. Sepanjang perjalanan aku menyisipkan sebuah harapan di dalam hatiku,“ Semoga kita bisa bertemu kembali di lain waktu dan kesempatan yang ada. Semoga Allah mempertemukan kita kembali suatu hari nanti. Entah itu kapan aku tidak tahu ”. Amin..

Sesampainya di Bandara dan aku sudah berada di dalam bis, tiba-tiba aku mengirim pesan singkat ke rekan kerjaku, meminta nomor dia (Mr. Sun Flower). Aku merasa tidak enak karena tidak sempat mengucapkan “Terima Kasih”, padanya. Rekan kerjaku pun membalas pesan singkatku dan memberikan nomor telpon dia. Rasanya senang sekali, “Terima Kasih”, untuk rekan kerjaku. Aku memutuskan untuk mengirim ucapan “Terima Kasihku untuknya”, besok.
Besok paginya, aku mengirim pesan padanya. Dan dia membalas pesan dariku.. : )

Ini adalah Pertemuan Ke-2 (dua) ku dengan dirinya (Mr. Sun Flower).
Aku selalu berharap, aku dapat bertemu dengannya kembali di lain waktu dan kesempatan yang ada. Entah itu kapan aku tidak tahu.. : )

” Siapa Dia ? “

Kalian pernah bertemu dengan seseorang untuk pertama kalinya dalam hidup kalian, dari sebuah kesempatan yang kalian dapat ??

Ini adalah kisah pertemuan pertamaku dengan dirinya, Mr. Sun Flower.

Kisah ini berawal dari sebuah kesempatan yang datang untuk pertama kalinya, dalam hidupku. Atasanku memberikan kesempatan kepadaku, untuk ” Dinas Luar ” ke luar daerah. Tepatnya ke Kota Bekasi. Kebetulan disana sedang ada Pelatihan Instruktur. Dan aku di minta untuk membeli obat – obatan, untuk persediaan di Tempat Penginapan atau Pelatihan bagi para Peserta Instruktur tersebut. Awalnya aku senang sekaligus terkejut saat kesempatan itu diberikan. Lalu aku pun bertanya dalam hatiku, ” Ke bekasi ??. Ini baru pertama kalinya aku mampir dan akan singgah di sana seorang diri. Tempatnya pun aku belum tahu. Biarpun sudah ada alamatnya “. Kebetulan hari dimana aku akan DL adalah hari sabtu. Dimana semua pegawai libur kerja. Dan akhirnya, aku pun berfikir ” Bagaiman kalau aku ajak saja temanku ??, untuk menemaniku pergi ke sana. Ide bagus !! “. Akhirnya aku mengajak temanku pergi ke sana menemaniku. Jujur saja aku belum berani untuk berpergian ke luar daerah seorang diri.., heheheh..

Aku pun janjian dengan temanku bertemu di Stasiun Kota, pagi hari. Alhamdulillahnya, dia mau menemaniku untuk pergi kesana.. : ) Sebelumnya, jum’at sore setelah kami pulang kerja. Aku dan rekan kerjaku pergi ke daerah Pasar Minggu. Untuk membeli beberapa obat untuk persediaan di sana, Bekasi. Kami pun naik kereta api (KRL) ke Pasar Minggu.
Dan membeli persediaan obat yang dibutuhkan para Peserta Latihan.

Esok paginya..

Kami melanjutkan perjalanan menuju Kota Bekasi naik Kereta Api dari Stasiun Kota. Sepanjang perjalanan aku bertanya – tanya. Apa yang akan terjadi bila aku tidak bersama dengan rekan kerjaku saat ini. Heheh.. : D Entahlah..
Sesampainya di Stasiun Bekasi. Aku dan temanku naik bis menuju tempat yang akan kami tuju. Ternyata tidak begitu jauh dari Stasiun Bekasi. Saat sampai di sana.., ternyata Kelas Pelatihannya sudah selesai. O.. OOwww.., heheheh.. : D aku gugup sekali saat bersalaman dengan beberapa peserta pelatihan yang ada di sana. Ini pertama kalinya aku bertemu dengan orang baru dan usianya sudah ada di atas aku yang belum aku kenal sama sekali. Untungnya aku bersama teman atau rekan kerjaku yang sudah berpengalaman Dinas ke Luar daerah. Fiiuuuuhhff.., hehehe.. : D Alhamdulillah..

Tak berapa lama kami berkenalan dan mereka menyambut kedatangan kami dengan ramah. Ketua Kelasnya pun mengajak kami ke ruang makan untuk mengadakan pertemuan dan menjelaskan kedatangan kami di sana. Berkumpul dengan para peserta pelatihan yang ada di sana. Saat acara pertemuannya dimulai dan dibuka oleh rekan kerjaku. Aku melihat ada seseorang (seorang Pria tepatnya) sedang berdiri di ujung sana sedang melihatku atau menatapku, dia berada di ujung depan hadapanku. Siapa Dia ??, aku bertanya dalam hatiku. Aku rasa dia peserta pelatihan juga. Saat aku mulai melihatnya dengan begitu jelas dan tenang. Tunggu.., aku melihat pipi sebelah kanan dan kirinya kenapa memerah. Saat aku melihat dan menatapnya begitu juga dengan dia. Aku pun berfikir ” mungkinkah habis kepanasan atau di tampar sama orang, jadi pipinya memerah seperti itu ?! “, lucu saat melihat pipinya memerah seperti itu. Aku pun tersenyum kecil. Dia sepertinya malu, ketika aku melihat (menatapnya) saat dia sedang memandangku dan lalu dia memalingkan wajahnya. Hihihihi.. : D Lucunya !! Siapa Nama mu, bolehkah aku mengenalmu ?? (Tanya dalam hatiku)

Emm.., kalau diperhatikan lebih lama. Ternyata dia tipe Pria yang manis juga ya. Sumpah, baru pertama kalinya aku melihat Pria semanis dia.. : ) hhehehe..
Jam makan siang pun datang. Kami, aku dan rekan kerja ku dipersilahkan untuk makan bersama dengan peserta pelatihan lainnya. Aku duduk sendirian di meja makan. Tiba – tiba ada seorang Pria datang dari arah pintu masuk Ruang Makan. Itu dia kan ?!. Oh Tuhan.., jangan bilang padaku dia akan menghampiriku atau mendekatiku saat ini. Oh tidak !!, dia benar – benar menghampiriku yang sedang duduk di sini seorang diri. Malunya.. :”) heheheh..
” Jadi gak enak nih di tinggal sendirian. Boleh duduk disini ?? “, dia bertanya padaku. Aku pun menjawab, ” Boleh.., silahkan “. Oh Tuhan.., rasanya seperti gimana ya, hahahahahah.. : D Deg2kan tepatnya dan lebih dari itu. Heheheh.., tenang.. tenang.. Aku berusaha untuk menenangkan hatiku dan juga diriku saat dia mulai duduk di dekatku. Dan berhasil. Dia sekarang duduk di sampingku. Pri manis ini benar – benar membuatku.., heheheh.. : D sulit untuk aku ungkapkan.

Dia pun mulai mengajak ngobrol atau berbicara. Kami pun berbicang – bincang satu sama lain. Dan tersenyum saat ada hal – hal yang membuat kami tertawa. Saat aku mengenalnya untuk pertama kali, dia bernama Bayu’. Itu yang aku tahu saat itu.
Oh Tuhan.., ini adalah pengalaman yang sangat berharga dalam hidupku. KAU pertemukan aku dengan seseorang yang belum aku kenal sama sekali. Aku ucapkan ” Terima Kasih “, karena KAU telah memberikan ijin kepadaku untuk mengenalnya dan mempertemukanku dengan seseorang yang baru. Seseorang yang mungkin bisa aku kenal lebih dekat lagi.. ^_^ Amin..
Tak berlama – lama di sana. Waktu pun semakin sore, kami pun harus segera pulang. Kami pun berpamitan dengan yang lainnya (peserta pelatihan) yang ada di sana. Sebelum berpamitan aku pun berharap satu hal dalam hatiku ” Semoga Allah masih memberikan ijin kepadaku untuk mengenalmu lebih dekat lagi. Dan memberikan kesempatan untuk bertemu di lain waktu “. Amin.. ^_^ (Saat aku menggenggam tangannya).

Berawal dari sebuah kesempatan ini, aku bisa mengenalnya..

Nantikan Kelanjutannya ya !! ^_^ heheheh..

” 24 Juni 2011 “, ini adalah tanggal pertama kali aku bertemu dengannya.