Di sebuah Sekolah Menengah Atas Negeri. Ada 3 orang anak, diantaranya : Dwi, Ega dan Rinbi.Mereka adalah teman satu kelas di sekolah.
Dengan berjalannya waktu mereka pun akrab satu dengan yang lain.
Kemana pun mereka pergi selalu bersama – sama.Dan akhirnya mereka membuat sebuah perjanjian kalau kita adalah sahabat dan akan selalu menjadi sahabat selamanya.Tanpa terasa waktu terus berputar dan akhirnya perasaan cinta itu datang kepada mereka.
Suatu hari di sekolah pada jam istirahat..

Dwi’ : “Hai Ga’..,lagi ngapain..?( sapa Dwi’ smbl menghampiri Ega’).
Ega’ : “Eh Dwi’..,lagi iseng buat puisi aja nie”(jawab Ega’ kepada Di’).
Dwi’ : “Oo…,kalau boleh tahu buat siapa puisinya..,hayoo.Ternyata temanku sedang jatuh cinta nie..(Ledek Dwi’).
Ega’ : “Gak buat siapa – siapa ko..,cuma iseng aja dari pada gak ada kerjaan.
(Andaikan saja kamu tahu bahwa puisi ini kubuat untukmu.)
Dwi’ : “Ya udah deh,kalau gitu.Tapi gw seneng kalau lo udah suka sama seseorang.Cieh..,ehm…ehm…,hehehe..
Oiy Ga’..,gw mau curhat nie tentang perasaan gw ke seseorang.Lo tahu gak Ga’, kalau sebenernya gw suka ma Hadi’.Rasanya seneng banget saat gw di tembak sama dia untuk jadi pacarnya. Dan gw udah jadian sama dia,Ga’..”

Tanpa di duga oleh Ega’ sebelumnya, dia bener2 syok banget saat mendengar yang dikatakan oleh Dwi’ tadi. Dan agar supaya Dwi’ tidak tahu akan perasaannya,Ega’ memberikan senyum bahagia kepada Dwi’ walau itu sangat menyakitkan)

Ega’ : “Oh ya..,wah kalau gitu selamat ya.” ( hatinya begitu hancur tapi dia harus melakukannya..).

Tiba2 Rinbi’ datang menghampiri mereka berdua.Dengan senyum yang selalu ia berikan kepada sahabatnya setiap kali bertemu.

Rinbi’ : “Hai semua pada lagi ngapain nie..,boleh gabung…??( Tanya Rinbi’ pada sahabatnya..)
Dwi’dan Ega’ : “Boleh..”( sahut mereka bersamaan sambil tersenyum. )
Rinbi’ : “Waaah bisa kompak gitu sie…,hehehe..”( tawa Rinbi’ pada mereka).
Mereka bertiga pun tertawa bersama.Dwi’ dan Ega’
Rinbi’ : “Oya..,kalian sedang membicarakan apa..?”( Tanya Rinbi’..)

Dwi’ dan Ega’ pun menceritakan apa yang sedang mereka bicarakan tadi.Setelah selesai menceritakan semuanya, Dwi’ meminta ijin kepada Ega’ dan Rinbi’ untuk pergi menemui Hadi’.

Dwi’ : “Yaudah gw pergi dulu ya..,biasa mau ketemu pacarku”.( Dwi’ tersenyum).

Mereka berdua mengangguk dan Dwi’ menghilang dari hadapan mereka.

Ega’ : “Eh Rinbi’..,kamu pernah merasakan rasanya jatuh cinta pada seseorang.Walaupun itu adalah sahabat kamu sendiri…??( Tanya Ega’ pada Rinbi’)
Rinbi’ : “Emm ya pernah.Memangnya kenapa Ga’…?. Atau jangan – jangan, kamu suka sama aku ya…?!”
(ledek Rinbi’ pada Ega’..,mencari tahu siapa yang sebenarnya disukai oleh sahabatnya.)
Rinbi’ : “Enggak ko Ga’ bercanda dueh..,kan kamu tahu sendiri kalau aku anaknya tomboy gini..,hehe”
Ega’ : “Kamu ya.., bisaan saja…”
Rinbi’ : “Gak ada salahnyakan bercanda..,ya gak…?!”.
Ega’ : “Iya boleh – boleh aja gak ada yang larang.”( sambil tersenyum )
Rinbi’ : “Memangnya siapa cewek yang berhasil mencuri hati kamu Ga’…?”
(rasa ingin tahu Rinbi’ semakin besar dan dia berharap yang di sukai oleh sahabatnya adalah dirinya..).
Ega’ : “Tolong jangan bilang siapa – siapa termasuk orang yang Ga’ sukai itu ya…?!”
Rinbi’ : “Iya..,kamu tenang aja.Aku bisa jaga rahasia ko..”
( tadinya Rinbi’ berharap orang itu adalah dirinya.Setelah dia tahu apa yang di katakan oleh sahabatnya tadi.Bukan dia orang yang sahabatnya sukai itu..)
Ega’ : “ Orang yang Ga’ sukai adalah Dwi’…,memang ini salah kalau aku menyukainya.Tapi entah kenapa perasaan ini datang untuknya dan jujur Ega’ katakan.Ega’ suka sama dia,Bi’..”
Rinbi’ : ( Perasaannya hancur saat mendengar semua itu.Dia benar – benar yang terkejut dan berharap ini hanyalah mimpi).”Apa….!!,tapi itu….?!”
Ega’ : “Kamu kenapa Bi’…?!,Iya..,aku akui itu salah tapi perasaan itu datang gitu aja…”
(suasananya hening..)
Rinbi’ : “ Jadi orang yang kamu sukai selama ini adalah sahabat kamu sendiri dan aku tahu siapa orangnya.Ini bener – benar buat aku kaget banget Ga’..”.
Rinbi’ : “Kenapa kamu gak bilang ke dia kalau kamu suka dia…??
Ega : “Itu masalahnya kenapa aku gak bilang tentang perasaanku ke dia selama ini, karena aku takut banget kehilangan dia dan disisi lain dia udah jadian dengan Hadi’.Tolong kasih saran buat aku,Bi’.Akan perasaanku kepada Dwi’…”

Saat itu juga Bi’ menarik nafas dan berfikir apa yang harus dia katakan untuk sahabatnya.Walau dalam kenyataan ini sangat menyakitkan setelah apa yang dia dengar dari sahabatnya sendiri.

Rinbi’ : “Aku cuma bisa kasih saran ke kamu dan gak tahu ini baik buat kamu atau gak, jadi tolong di pikirkan baik – baik sama kamu,Ga’.Aku cuma bisa bilang lakukan yang terbaik bagi kamu dan juga dia…”
Ega’ : ( Ega’ menatap Rinbi’ sambil mendengarkan apa yang sahabatnya katakan pada dirinya.)

Rinbi’ : “Cuma saran itu yang bisa aku kasih buat kamu.Tolong di pikirkan baik – baik.Kalau gitu aku pergi dulu.Karena banyak kerjaan yang harus ku selesaikan.Kamu tenang aja aku gak akan bilang ke Dwi’ kalau kamu suka dengannya.”
Ega’ : “ Makasih ya Bi’…’.
Rinbi’ : “Iya…”( sambil mengangguk dan menahan air matanya yang akan keluar dari matanya).

Angin bertiup menerpa tubuh Ega’ yang sedang duduk terdiam dan memikirkan persaannya itu.Dia berfikir dan berfikir untuk memutuskan yang terbaik buatnya dan sahabatnya itu.

Disisi lain Rinbi’ berlari ke belakang halaman sekolah dan menangis menitikkan air mata yang jatuh ke pipinya.Dia tidak bisa menahan rasa sakit hatinya karena orang (sahabat) yang dia sukai sejak dulu menyukai sahabatnya juga dan bukan dirinya..)
Perasaannya hancur saat itu juga.
Akhirnya Ega’ memutuskan untuk melepaskan perasaannya untuk Dwi’ selama ini walau sebenarnya itu sangat menyakitkan hatinya.Begitu juga dengan Rinbi’ yang harus terluka hatinya oleh hati sahabatnya sendiri,Ega’.

Rinbi’ : “Cinta andaikan kau bisa melihat dan mengerti apa yang ku rasakan untuknya,sahabatku sendiri..”.( air matanya terus terjatuh membasahi kedua pipinya).
Ega’ : “Adakah cinta yang sejati dan tulus untukku di dunia ini yang bisa menerima aku apa adanya…,ya Tuhan..”

-Bi’-