Archive for September, 2012

” Kau segalanya untukku “

Kau ajarkan aku tentang arti kehidupan..
Kau ajarkan aku tentang arti cinta yang sesungguhnya..
Kau ajarkan aku tentang rasa sakit, agar aku belajar darinya dan kembali bangkit di atas kedua kakiku..
Kau ajarkan aku tentang rasa syukur dengan apa yang telah ku dapatkan dalam hidupku..
Kau ajarkan aku tentang apa arti kebahagiaan dalam berbagi..
Kau ajarkan aku tentang kasih sayang terhadap sesama..
Cinta dan Kasih sayang-Mu begitu besar untukku..
Aku.., tidak sanggup hidup tanpa-Mu..
Kau pemilik jiwa dan ragaku, Penguat hatiku..
Bimbinglah hidupku selalu berada di jalan-Mu..
Hingga nanti, aku kembali kepada-Mu..
Dan ijinkanlah aku dapat bertemu dengan-Mu..
Amin..

Jakarta, 15 September 2012.

– Ika Siwi Dewi’ –

Iklan

” Kisah Sebuah Cangkir “

Simaklah kisah sederhana tentang sebuah cangkir yang ditempa dari tanah liat biasa.

Cangkir cantik mana pun yang pernah Kalian lihat akan memiliki sejarah yang hampir sama walau berasal dari tempat yang berbeda. Kalau cangkir ini mampu berbicara maka dengarlah rahasia kecantikannya yang membuat setiap orang tertarik untuk melihat dan membelinya.

Dengarlah kata – katanya. ” Terima kasih atas perhatiannya. Ketahuilah bahwa sebelum aku menjadi cangkir yang cantik, aku hanya lah seongok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku dengan keras ke sebuah roda berputar “.

” Kemudian ia mulai memutar – mutar aku hingga aku merasa pusing. Hentikan !! Hentikan !! “, aku berteriak. Tapi orang itu berkata, ” belum “. Ia mulai menyodok dan meninjuku berulang – ulang. ” Hentikan !! Hentikan !!”, teriakku lagi. Orang ini masih meninjuku dan tidak menghiraukan teriakkanku. Bahkan lebih buruk lagi, ia memasukkan aku kedalam tungku. ” Panas !! Panas !! “, teriakku dengan keras. ” Hentikan !! Cukup !! “, teriakku lagi. Lagi – lagi, orang ini berkata, ” belum !! “.

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian dan membiarkanku dingin. Aku kira selesai sudah penderitaanku. Ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Bau cat amat memualkan. ” Hentikan !! Hentikan !! “, aku kembali berteriak. Wanita itu berkata, ” belum !! “. Ia memberikan aku kepada seorang pria yang kemudian memasukkan aku ke dalam perapian yang lebih panas dari sebelumnya.

” Tolong !! Hentikan penyiksaan ini !! “, teriakku kuat – kuat sambil menangis, tapi orang ini tidak memperdulikanku. Setelah puas membakarku, dia membiarkan aku dingin kembali.

Setelah benar – benar dingin, seorang wanita mengelap dan mengangkatku kedekat sebuah cermin. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali, aku hampir tak percaya karena di depanku ada sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua penderitaanku seakan lenyap seketika tatkala melihat keadaan diriku. Aku baru tahu, ternyata perlakuan yang kurasakan begitu menyakitkan, telah membentukku menjadi sebuah cangkir cantik.

* Ambil Hikmah dari cerita ini. Semoga bermanfaat untuk kalian semua. Amin.. ^_^

Jakarta, 15 September 2012.