Tuhanku..
Bentuklah putriku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya.
Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.
Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah putriku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita – citanya.
Dan tidak hanya tenggelam dalam angan – angannya saja.
Seorang Putri yang sadar bahwa,
Mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan,

Tuhanku..
Aku mohon, janganlah pimpin putriku di jalan yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.

Biarkan putriku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar
untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita – cita tinggi,
sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.

Berikanlah hamba seorang anak
yang mengerti makna tawa ceria
tanpa melupakan makna tangis duka

Putriku yang berhasrat
Untuk menggapai masa depan yang cerah
Namun tak pernah melupakan masa lampau.

Dan, setelah semua menjadi miliknya..
berikanlah dia cukup keceriaan
sehingga ia dapat bersikap sungguh – sungguh
namun tetap mampu menikmati hidupnya.

Tuhanku..
Berikanlah ia kerendahan hati..
Agar ia sederhana dalam keagungan yang hakiki..
pada sumber kearifan, lembut, dan kekuatan yang sempurna..
Dan, pada akhirnya bila semua terwujud,
hamba, ayahnya dengan berani berkata ” hidupku tidaklah sia – sia “.

Jakarta, 21 November 2011.

Iklan