Archive for Oktober, 2010

” Yang Tersimpan “

Kau tahu. Banyak sekali pertanyaan yang ingin ku tanyakan padamu.Dari hal – hal yang kau sukai, kisah masa lalu mu, sampai dengan kisah saat waktu memisahkan kita. Begitu banyak kisah yang sempat kau beri untuk ku saat kita masih bersama, saat aku masih bisa melihatmu dari dekat. Menatap matamu dan juga menjabat tanganmu yang hangat dan penuh senyuman manis yang terukir di wajah mu, yang selalu kau berikan padaku. Setiap kali kita bertemu.

Aku sempat merasakan sebuah rasa, yang belum sempat ku katakan padamu. Saat itu, yang ku tahu kau telah memiliki seorang kekasih di keseharianmu dan juga hatimu. Rasanya aku ingin sekali menjauh dari mu dan aku berharap ini hanyalah sebuah mimpi. Mungkinkah, aku telah jatuh cinta padamu “ Starlight ” ??. Selama ini, saat kita masih bersama dulu. Saat kau selalu ada dekat denganku “ Apakah kau pernah menyukaiku atau mungkin aku pernah singgah di hatimu ?? ”. Pertanyaan itu yang selalu membuat fikiranku selalu tertuju padamu. Aku hanya ingin mendengar kau mengatakan “ Aku mencintaimu ”. Kalau pun itu benar, kau memang menyukaiku.

Selain itu, aku ingin bertanya padamu. Kenapa hubungan pertemanan kita, tidak bisa seperti dulu. Saat kau masih bisa membuatku tersenyum, di keseharianku.Kini.., saat kau mulai menjauh dari ku. Tidak dapat melihat wajah dan ragamu lagi. Aku merasa kau telah berubah. Mungkinkah kau sengaja menghindar dariku dan ingin melupakan ku sebagai teman mu ?? ( jika kau menyukai ku ) . Atau mungkin.., kau tidak mau membuat ku terluka. Saat kau tau, jika aku memang benar menyukai mu ?? ( begitu juga denganmu ). Adakah salah satu dari pemikiranku yang kau anggap benar ?!. Kalau pun aku punya salah padamu, apa pun itu. Aku hanya bisa mengatakan “ Maafkan aku..,aku hanyalah manusia biasa.Yang terkadang melakukan kesalahan.Di luar kesadaranku”. Andaikan saja kau tau..,apakah mungkin kau akan terus menjauh dariku.Tanpa ada kata sapaan satu pun untukku dari mu, yang ingin ku dengar dan ku baca. Tidak bisakah kau merasakan apa yang kurasakan dan inginkan dari mu. Hanya sebuah kata sapaan.., yang mungkin bisa membuatku sedikit bahagia dan tersenyum. Karena telah mendapatkannya.

Sebelum aku pergi jauh dan tak kan kembali. Aku ingin kau tau satu hal.., aku ingin kau tahu bahwa aku menyukaimu. Maaf..,mungkin ini terlalu berlebihan. Tapi inilah yang ku rasakan selama ini untuk mu.Tak pernah sedetik pun fikiranku lupa akan dirimu. Kau yang selalu ada dalam hati dan juga fikiranku. Ingin rasanya aku sebentar saja tak ingat akan dirimu..,namun entah mengapa perasaan ku begitu kuat tentang mu. Inikah yang dinamakan dengan “ Cinta Pertama ” ??. Sulit untuk di lupakan…

Maaf..,jika aku memiliki perasaan ini pada mu. Jujur ku katakan.., aku pun tak ingin merasakan rasa ini. Jika kau tak menyukai ku atau tidak menginginkannya terjadi. Aku pun tak tau, mengapa perasaan ini datang dalam hati ku, untuk mu. Aku juga tidak menginginkan, cinta ku bertepuk sebelah tangan atau mungkin merasakan perasaan ini sendirian. Lelah rasanya bila ku rasakan. Yang aku tau adalah, cinta atau perasaan ini hadir karena kehendak-Nya. Aku tidak dapat berbuat apa – apa..,akan hal ini. Yang dapat ku lakukan adalah merasakan dan menerima perasaan cinta dan sayang ini hadir, dalam hatiku. Dan mengapa harus dirimu.., dan itu pun aku tak tau..

Perasaan ku tulus pada mu. Yang ku inginkan adalah biar pun kau tak lagi berada di dekatku. Atau pun tak dapat melihat mu lagi. Setidaknya aku bisa merasakan kehadiran dirimu melalui “Dunia Maya” atau pun pesan singkat “ SMS ” yang bisa kau kirim, untuk ku disini. Biar pun kita terpisahkan oleh jarak dan waktu. Aku ingin bayangan mu selalu menemaniku..,melangkah pergi. Jujur aku katakan pada mu melalui catatan ku ini, sampai kau dapat membacanya nanti. “ Aku senang, bisa mengenal dan berjumpa dengan mu. Hingga aku dapat menjadikan mu sahabat ku..”.

Mungkin kau tidak tau akan perasaan ku. Tapi aku yakin.., suatu hari nanti kau akan mengetahuinya. Setelah membaca semua catatan – catatan ku.Entah sekarang kau sedang membacanya atau mungkin di hari dimana kau mulai membacanya. Yang sebenarnya ku inginkan adalah aku bisa mengatakannya secara langsung. Tapi keberanian itu belum datang padaku. Selain itu.., aku takut kau menjauh dariku. Saat kau tau yang sebenarnya. Itu yang selalu ku fikirkan dalam otak ku. Aku hanya ingin perasaan ku tenang.., setelah mengatakannya.
Hanya ada 2 pilihan disini :
(1) Aku mengatakannya secara langsung atau pun tidak, dan harus menerima resiko, apa pun yang akan terjadi nanti. Setelah aku mengatakannya.
(2) Tidak mengatakannya sama sekali. Dan berharap suatu hari nanti.., kau dapat membacanya. Terakhir.., keputusan berada di tangan mu.

Aku tidak ingin.., kau merasa tidak enak terhadap ku. Lalu kau terpaksa menyukai ku. Aku tidak menginginkan hal semacam itu terjadi. Aku benar – benar tulus.., apapun yang akan terjadi (kalau kau akhirnya, memang tidak menyukai ku). Aku hanya takut kehilangan mu sebagai teman terbaik ku.

Aku minta maaf..,akan perasaan yang datang, dalam hati ku ini. Jika kau merasa tidak menyukai ku…. : )

“ Starlight ”..,ini nama yang ku berikan untuk mu. Aku berharap kau menyukainya. Senang rasanya saat aku dapat mengambil gambar dirimu yang sedang tersenyum, dari kamera handphone ku. Saat aku merasa sedih dan terluka. Aku dapat melihat foto mu dan tersenyum seketika dalam tangis ku. Seakan kau sedang menghibur dan merayu ku tuk dapat tersenyum kembali. Kini..,foto – foto inilah yang menemani ku, saat aku merasakan rindu pada mu. Melihatnya..,lembar demi lembar gambar tersebut. Maaf.., jika suatu hari nanti aku tak dapat menemani mu bermain lagi, berbagi cerita, dan juga membalas semua kiriman mu yang datang, untuk ku. Mungkin aku tak akan ada lagi.., seperti saat kita masih bisa bertemu, seperti dulu. Aku berharap setelah kau membaca ini. Aku tidak ingin ada rasa sesal dalam hatimu, untuk atau terhadap ku.Sekali lagi maaf.., aku mencintai mu… : ) “ Sorry.., I Love You ”.

Bogor, 11 Oktober 2010.

Iklan

” Bayang Dirinya “

Setiap pagi datang menyapaku disini
Aku selalu bermimpi bisa melihatmu
Kembali hadir di keseharianku seperti dulu
Namun apalah daya ini tak dapat aku
Mewujudkannya menjadi nyata
Kini jarak dan waktu telah memisahkan
Aku dan dirimu yang berada di sana
Terkadang aku tertawa saat mengingat
Kisah kita saat masih bersama dulu
Saat kau masih dapat ku lihat
Tak sedetik pun aku mengalihkan
Pandangan mataku akan dirimu
Sampai kau pergi meninggalkanku
Berulang dan terus berulang setiap hari
Kau yang ku sukai
Masih ingatkah kau padaku ??
Kemana pun aku melangkahkan kaki
Dimana pun aku berada saat ini
Aku merasa kau menemaniku pergi
Dan selalu berada di sampingku
Walau ku sadari itu hanya bayangan
Setidaknya aku merasa kau ada disini
(dekat denganku)
Dihatiku selalu….

Penulis

-Ika’-

” Yang ada di fikiranku “

Yang ku butuhkan saat ini adalah
Sebuah kepastian akan perasaan
Yang dapat menyakinkan hatiku
Bahwa kau memang menyukaiku
Hanya aku, yang ada di hatimu
Mendengar ungkapan yang ingin
Langsung ku dengar darimu
Jika kau memang menyukaiku
Aku ingin hidupku lebih bermakna
Tanpa memikirkan apa yang ku pertanyakan
Selama ini dalam hatiku
Akan perasaan mu saat ini terhadap diriku
Walau pun aku tahu kau bukan untukku
Dari awal pertemuanku denganmu
Belum ada seorang pun di keseharianku
Dan juga hatiku
Yang dapat menggantikanmu dihatiku
Mencuri perhatianku dengan keharmonisanmu
Dapatkah kau mendengarkanku
Yang berada di sini
Jauh terpisahkan antara jarak dan waktu
Saat ini denganmu yang berada di sana
Akan curahan isi hati yang tak dapat
Aku ungkapkan secara langsung

Penulis

-Ika’-

” Suasana Hatiku “

Haruskah aku mengungkapkannya
Atau menunjukkan perasaanku
Jika aku menyukai dirimu
Belum cukupkah kamu mengerti
Akan isyarat yang sudah ku berikan
Selama ini untukmu yang ku cinta
Rasanya lelah merasakan rasa ini
Sendirian tanpa kamu tahu itu
Bukan berarti aku menyesal
Telah mengenalmu sampai detik ini
Terkadang aku cemburu padamu
Saat aku tahu yang sebenarnya
Bahwa kamu memiliki kekasih hati
Ingin rasanya aku berteriak dan marah
Meluapkan semua emosi yang terpendam
Yang tak dapat aku keluarkan
Hatiku menangis menahan rasa sakit
Setiap kali aku melihatmu di dekatku
Namun aku sadar buat apa marah
Sedangkan aku bukan siapa – siapa
Melainkan hanya seorang teman biasa
Yang tak begitu sepesial di hatimu
Yah.., hanya seorang teman biasa

Penulis

-Ika’-

” Memori “

Jarum jam terus berputar tiada henti
Sampai dengan saatnya dia lelah
Tuk terus berputar
Waktu terasa semakin cepat berlalu
Meninggalkan semua cerita lalu
Tentang dirinya disini
Yang pernah hadir dalam kehidupanku
Kini semua terekam dalam ingatan
Menyisakan kepingan – kepingan memori
Yang hanya bisa diputar berkali – kali
Saat hati dan ingatan menginginkannya
Untuk dapat di putar kembali
Mengenang apa yang telah terjadi

Penulis

-Ika’-

” Bukan Untuk Ku “

Waktu seakan berhenti berputar
Saat aku tahu yang sebenarnya
Bahwa kau tak lagi sendiri
Dalam diam hatiku menangis
Lelah untukku merasakan rasa ini
Senyum pun terasa berat
Untuk ku lakukan
Kini aku hanya mampu
Memandang nyata dirinya
Dari balik tubuhnya
Saat dia pergi dari pandangan mataku
Tak ku temukan kembali
Arti dari tatapannya yang dulu

Penulis

-Ika’-