Archive for Januari, 2010

” Cintaku..”

Di sebuah Sekolah Menengah Atas Negeri. Ada 3 orang anak, diantaranya : Dwi, Ega dan Rinbi.Mereka adalah teman satu kelas di sekolah.
Dengan berjalannya waktu mereka pun akrab satu dengan yang lain.
Kemana pun mereka pergi selalu bersama – sama.Dan akhirnya mereka membuat sebuah perjanjian kalau kita adalah sahabat dan akan selalu menjadi sahabat selamanya.Tanpa terasa waktu terus berputar dan akhirnya perasaan cinta itu datang kepada mereka.
Suatu hari di sekolah pada jam istirahat..

Dwi’ : “Hai Ga’..,lagi ngapain..?( sapa Dwi’ smbl menghampiri Ega’).
Ega’ : “Eh Dwi’..,lagi iseng buat puisi aja nie”(jawab Ega’ kepada Di’).
Dwi’ : “Oo…,kalau boleh tahu buat siapa puisinya..,hayoo.Ternyata temanku sedang jatuh cinta nie..(Ledek Dwi’).
Ega’ : “Gak buat siapa – siapa ko..,cuma iseng aja dari pada gak ada kerjaan.
(Andaikan saja kamu tahu bahwa puisi ini kubuat untukmu.)
Dwi’ : “Ya udah deh,kalau gitu.Tapi gw seneng kalau lo udah suka sama seseorang.Cieh..,ehm…ehm…,hehehe..
Oiy Ga’..,gw mau curhat nie tentang perasaan gw ke seseorang.Lo tahu gak Ga’, kalau sebenernya gw suka ma Hadi’.Rasanya seneng banget saat gw di tembak sama dia untuk jadi pacarnya. Dan gw udah jadian sama dia,Ga’..”

Tanpa di duga oleh Ega’ sebelumnya, dia bener2 syok banget saat mendengar yang dikatakan oleh Dwi’ tadi. Dan agar supaya Dwi’ tidak tahu akan perasaannya,Ega’ memberikan senyum bahagia kepada Dwi’ walau itu sangat menyakitkan)

Ega’ : “Oh ya..,wah kalau gitu selamat ya.” ( hatinya begitu hancur tapi dia harus melakukannya..).

Tiba2 Rinbi’ datang menghampiri mereka berdua.Dengan senyum yang selalu ia berikan kepada sahabatnya setiap kali bertemu.

Rinbi’ : “Hai semua pada lagi ngapain nie..,boleh gabung…??( Tanya Rinbi’ pada sahabatnya..)
Dwi’dan Ega’ : “Boleh..”( sahut mereka bersamaan sambil tersenyum. )
Rinbi’ : “Waaah bisa kompak gitu sie…,hehehe..”( tawa Rinbi’ pada mereka).
Mereka bertiga pun tertawa bersama.Dwi’ dan Ega’
Rinbi’ : “Oya..,kalian sedang membicarakan apa..?”( Tanya Rinbi’..)

Dwi’ dan Ega’ pun menceritakan apa yang sedang mereka bicarakan tadi.Setelah selesai menceritakan semuanya, Dwi’ meminta ijin kepada Ega’ dan Rinbi’ untuk pergi menemui Hadi’.

Dwi’ : “Yaudah gw pergi dulu ya..,biasa mau ketemu pacarku”.( Dwi’ tersenyum).

Mereka berdua mengangguk dan Dwi’ menghilang dari hadapan mereka.

Ega’ : “Eh Rinbi’..,kamu pernah merasakan rasanya jatuh cinta pada seseorang.Walaupun itu adalah sahabat kamu sendiri…??( Tanya Ega’ pada Rinbi’)
Rinbi’ : “Emm ya pernah.Memangnya kenapa Ga’…?. Atau jangan – jangan, kamu suka sama aku ya…?!”
(ledek Rinbi’ pada Ega’..,mencari tahu siapa yang sebenarnya disukai oleh sahabatnya.)
Rinbi’ : “Enggak ko Ga’ bercanda dueh..,kan kamu tahu sendiri kalau aku anaknya tomboy gini..,hehe”
Ega’ : “Kamu ya.., bisaan saja…”
Rinbi’ : “Gak ada salahnyakan bercanda..,ya gak…?!”.
Ega’ : “Iya boleh – boleh aja gak ada yang larang.”( sambil tersenyum )
Rinbi’ : “Memangnya siapa cewek yang berhasil mencuri hati kamu Ga’…?”
(rasa ingin tahu Rinbi’ semakin besar dan dia berharap yang di sukai oleh sahabatnya adalah dirinya..).
Ega’ : “Tolong jangan bilang siapa – siapa termasuk orang yang Ga’ sukai itu ya…?!”
Rinbi’ : “Iya..,kamu tenang aja.Aku bisa jaga rahasia ko..”
( tadinya Rinbi’ berharap orang itu adalah dirinya.Setelah dia tahu apa yang di katakan oleh sahabatnya tadi.Bukan dia orang yang sahabatnya sukai itu..)
Ega’ : “ Orang yang Ga’ sukai adalah Dwi’…,memang ini salah kalau aku menyukainya.Tapi entah kenapa perasaan ini datang untuknya dan jujur Ega’ katakan.Ega’ suka sama dia,Bi’..”
Rinbi’ : ( Perasaannya hancur saat mendengar semua itu.Dia benar – benar yang terkejut dan berharap ini hanyalah mimpi).”Apa….!!,tapi itu….?!”
Ega’ : “Kamu kenapa Bi’…?!,Iya..,aku akui itu salah tapi perasaan itu datang gitu aja…”
(suasananya hening..)
Rinbi’ : “ Jadi orang yang kamu sukai selama ini adalah sahabat kamu sendiri dan aku tahu siapa orangnya.Ini bener – benar buat aku kaget banget Ga’..”.
Rinbi’ : “Kenapa kamu gak bilang ke dia kalau kamu suka dia…??
Ega : “Itu masalahnya kenapa aku gak bilang tentang perasaanku ke dia selama ini, karena aku takut banget kehilangan dia dan disisi lain dia udah jadian dengan Hadi’.Tolong kasih saran buat aku,Bi’.Akan perasaanku kepada Dwi’…”

Saat itu juga Bi’ menarik nafas dan berfikir apa yang harus dia katakan untuk sahabatnya.Walau dalam kenyataan ini sangat menyakitkan setelah apa yang dia dengar dari sahabatnya sendiri.

Rinbi’ : “Aku cuma bisa kasih saran ke kamu dan gak tahu ini baik buat kamu atau gak, jadi tolong di pikirkan baik – baik sama kamu,Ga’.Aku cuma bisa bilang lakukan yang terbaik bagi kamu dan juga dia…”
Ega’ : ( Ega’ menatap Rinbi’ sambil mendengarkan apa yang sahabatnya katakan pada dirinya.)

Rinbi’ : “Cuma saran itu yang bisa aku kasih buat kamu.Tolong di pikirkan baik – baik.Kalau gitu aku pergi dulu.Karena banyak kerjaan yang harus ku selesaikan.Kamu tenang aja aku gak akan bilang ke Dwi’ kalau kamu suka dengannya.”
Ega’ : “ Makasih ya Bi’…’.
Rinbi’ : “Iya…”( sambil mengangguk dan menahan air matanya yang akan keluar dari matanya).

Angin bertiup menerpa tubuh Ega’ yang sedang duduk terdiam dan memikirkan persaannya itu.Dia berfikir dan berfikir untuk memutuskan yang terbaik buatnya dan sahabatnya itu.

Disisi lain Rinbi’ berlari ke belakang halaman sekolah dan menangis menitikkan air mata yang jatuh ke pipinya.Dia tidak bisa menahan rasa sakit hatinya karena orang (sahabat) yang dia sukai sejak dulu menyukai sahabatnya juga dan bukan dirinya..)
Perasaannya hancur saat itu juga.
Akhirnya Ega’ memutuskan untuk melepaskan perasaannya untuk Dwi’ selama ini walau sebenarnya itu sangat menyakitkan hatinya.Begitu juga dengan Rinbi’ yang harus terluka hatinya oleh hati sahabatnya sendiri,Ega’.

Rinbi’ : “Cinta andaikan kau bisa melihat dan mengerti apa yang ku rasakan untuknya,sahabatku sendiri..”.( air matanya terus terjatuh membasahi kedua pipinya).
Ega’ : “Adakah cinta yang sejati dan tulus untukku di dunia ini yang bisa menerima aku apa adanya…,ya Tuhan..”

-Bi’-

Iklan

” Aneh ?! “

Aneh !!

Yah itu yang selalu mereka katakan. Aku sudah terbiasa dengan apa yang sering mereka ucapkan. Aku menerimanya dengan terbuka dan lapang dada. Dan aku tidak perduli dengan apa yang akan mereka katakan lagi tentangku. Aku juga tidak akan memaksakan mereka untuk berteman atau pun menjadi sahabatku. Karena malu memiliki teman / sahabat seperti diriku.Yang ku butuhkan adalah persahabatan / pertemanan yang tulus. Dapat menerima kelebihan dan kekurangan yang ada pada diriku. Atau pun sebaliknya. Terkadang saat kita tulus terhadap seseorang..,dia justru menyakiti kita.Rasanya menyakitkan sekali.Benar – benar menyakitkan.

Aku tidak akan marah atau pun kesel terhadap mereka. Kalau pun mereka bilang aku bodoh, tolol, pendiam, jelek dan lainnya. Yah apa yang mereka katakan benar..,dan aku akui itu.Inilah aku..,diriku.Aku tidak bisa menjadi orang lain atau menjadi yang mereka inginkan.Aku tetaplah aku.Aku adalah diriku.Dan bukan orang lain..,aku harap mereka mengerti itu.

Sekali lagi aku katakan…

” Aku adalah aku. Inilah diriku… (Pendiam dan bodoh)
Maaf..,yang aku butuhkan adalah pertemanan / persahabatan yang tulus.Bukan untuk dipermainkan atau disakiti.Kalau mau berteman atau bersahabat denganku silahkan,kalau juga tidak apa – apa..,aku tidak memaksa “.

Sekian…

( Bogor, 26 Januari 2010 ).

” Senyumnya “

Kalian tau apa yang kusukai dari dirinya ??. Sejak pertama kali bertemu dengannya saat itu. Aku merasa biasa saja saat melihatnya untuk yang pertama kali dan ingin sekali menjadikannya sebagai teman. Tapi entah mengapa seiring waktu berjalan dan aku mulai mengenal dirinya, ada sesuatu yang membuatku menyukai dirinya. Dia tersenyum padaku…!!, ya Allah apakah aku sedang bermimpi ?!. Senyumnya berbeda sekali dengan apa yang pernah ku lihat selama ini. Dia benar – benar tersenyum padaku saat itu dan dia selalu menjabat tanganku setiap kali bertemu. Baru kali ini aku melihatnya tersenyum berbeda dari biasanya. Senyumnya begitu manis, rasanya aku tidak ingin memalingkan wajahku saat berjumpa dengannya… : )

Memilikinya sebagai seorang sahabat, itu sudah cukup bagiku. Aku tidak ingin membuatnya terluka bila dia harus menjadi pacarku. Tadinya aku hanya menganggapnya hanya teman biasa. Tapi kini sudah berbeda, dia bukan lagi temanku melainkan sahabatku. Aku senang bisa mengenal dia. Awalnya saat pertama kali melihatnya, aku hanya bisa berharap dalam hatiku. Mungkinkah aku bisa mengenal dirinya dan menjadikannya sebagai seorang sahabat…??. Dan kalian tau.., apa yang aku inginkan / harapkan menjadi kenyataan di dalam hidupku. Jujurku katakan dari dalam hatiku ” Aku menyayanginya sebagai seorang sahabat ke sahabatnya sendiri “.

Tidak selamanya. Hubungan pertemanan / persahabatan itu dalam keadaan baik. Ada saatnya kami merasakan apa yang namanya pertengkaran. Bagiku itu adalah sebuah ujian yang harus kami lalui untuk mengerti akan apa artinya persahabatan itu sendiri. Tapi pertengkaran itu tidak akan bertahan lama, karena kami saling menyayangi satu sama lain. Dan hanya orang – orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya. Termasuk kami… : )

Sahabat adalah kekasih terdekat kita. Dia akan selalu ada untuk kita, walau dia tidak mesti selalu berada disisi kita. Dia seperti bintang malam. Walau pun tak selalu tampak di langit malam, dia pasti kan datang menemani sang malam di lain waktu. Dia (sahabat) adalah penyemangat dalam hidup kita. Dan aku akan selalu merindukannya dimana pun kami berada, walau pun jarak dan waktu memisahkan kami. Dia tetap sahabatku yang akan selalu berada dalam hatiku, selamanya… : )

Untuk Sahabatku…

( Karawang, 20 Desember 2009 ).

” My Birthday “

Hari ini adalah hari khusus untukku. Dimana di hari ini, aku merayakan hari Ulang Tahun yang ke-22 tahun..,Yeeaaaah… : D hahahah….
My Birthday.., jatuh pada hari Senin pada tanggal 07 Desember. Angka yang manis bukan ?! : D heheh… ( so sweet..)

Selain itu. Aku senang sekali saat mendapat ucapan Selamat Ulang Tahun dari Sahabat2ku dan juga Teman2ku. Bukan hanya itu saja, mereka semua memberikan Doa untukku ” Wish U All The Best “, ” Semoga Panjang Umur “, ” Sehat Selalu “, ” Apa yang kamu inginkan terkabul ” dan masih banyak lagi. Dengan sedikit bumbu penyedap rasa ( candaan ), beuh..,dah seperti sayuran saja. Hahahah…. : D

Kalau ditanya rasanya seperti apa… ?!
Rasanya senang bercampur rasa haru dalam hatiku. Huft..,tidak terasa usiaku kini tidaklah muda lagi. Semakin bertambah usia, aku mulai berfikir untuk masa depanku pribadi. Merubah sedikit demi sedikit sifat yang dulu, menjadi lebih baik untuk ke depannya. Bersikap dewasa maksudnya… : )

Emm.., aku hanya bisa mengucapkan Terima Kasih Banyak untuk ” Sahabat dan juga Temanku semuanya “. Aku juga berdoa untuk kalian semuanya ” Wish U All The Best For My Soulmate and My Friend’s ”
… : )

Ucapan Terima Kasihku Untuk :

– Kedua Orang Tuaku ( Bapak dan Ibuku ).

– Adikku : Lailani Shabrina.

– Sahabatku : Agus Sumarna.
Anggri Kun.
Lina Dwiyanti.
Eem Ratna Furi.
Imas Masitoh.

– Teman2ku : Untuk teman2 kampusku di BSI Bogor.
( khusus anak2 K.A / 11.6A.13 ).
Untuk teman2ku di Facebook juga.

” Wish U All The Best “… Thank You… : )

( Karawang, 07 Desember 2009 ).

” Yang Terbaik “

Semua telah berlalu
Dengan seiring waktu berjalan
Meninggalkan semua kisah
Tentang dirimu disini
Rasa yang pernah hadir
Kini telah menghilang
Menjauh meninggalkanmu
Pergi…
Aku rasa ini adalah akhir
Dari kisah perjalanan cinta
Selama ini untuk mu
Selamat jalan cinta
Semoga kamu mendapatkan
Yang terbaik…

” Berlalu “

Akankah kisah ini berlalu
Saat semua harus berakhir
Meninggalkan semua cerita
Tentang kau dan aku disini
Walau bibir mengatakan tidak
Hati tak bisa berbohong kalau
Sebenarnya aku menyukaimu
Aku tau apa yang ku rasakan
Hanya saja ku tak bisa
Andaikan kau memahami
Isi hatiku dengan tulus
Tapi sayang….
Semua telah berlalu pergi
Begitu jauh meninggalkanmu
Kini yang bisa kulakukan
Aku hanya bisa mengatakan
Cinta telah berakhir

” Bayangan “

Ku tatap malam
Dalam bimbang hatiku
Melihat semua yang telah terjadi
Dapatkah aku mampu
Menjalani semua ini
Dalam kesendirian ku disini
Hidup dalam bayangan
Yang tidak menentu
Menghantuiku setiap saat
Akan rasa yang tak
Terucap melalui kata
Yang tersimpan dalam hati